22
Apr
09

SIOLA – JL TUNJUNGAN – SUROBOYO

SIOLA – JL TUNJUNGAN – SUROBOYO

new-image5

Sejak Abad ke 20, jalan tunjungan merupakan pusat pertokaan dan restoran yang memenuhi gaya hidup kalangan borjuis dari bangsa Belanda saat itu. Bahasa gaul anak-anak muda sekarang adalah tempat nongkrong untuk kalangan atas. Salah satu pertokaan  yang ada adalah White Laidlaw. Pertokoan ini didirikan oleh pengusahan Inggris dengan mengambil konsep pertokoan yang menawarkan kebutuhan fashion yang lagi nge trend saat itu.

Gaung ketenaran toko ini tetap terjaga walaupun pada pergantian penjajahan di tahun 1943 dari bangsa belanda ke bangsa jepang. Pada masa penjajahan jepang pertokoan di ambil alih oleh pengusaha jepang dan diberinama Chiyoda ( yang saat ini terkenal dengan nama merk lampu.

Pada masa pertempuran perebutan kembali kota surabaya oleh arek-arek surabaya dari tangan sekutu yaitu sejak bulan oktober dan november 1945, jalan tunjungan menjadi salah satu pertempuran dasyat tersebut. Hal ini ditandai dengan di tandai penyobekan warna biru dari bendera belandan menjadi bendera bangsa indonesia yaitu merah putih di hotel Yamato atau orange atau sekarang menjadi hotel mojopahit ( nanti ada sendiri menceritakan hotel yamato ini). Gedung chiyoda ikut terbakar walaupun tidak keseluruhan.

Hampir beberapa tahun gedung chiyoda dibiarkan tak terurus istilah surabayanya adalah “mangkrak” di pojokan jalan tunjungan. Sekitar akhir 70 dan awal tahun 80 gedung ini diperbaiki kembali dan kejayaannya mulai di munculkan kembali dengan diberi nama SIOLA. Konsep yang ditawarkan konsep penjualan yang sama dengan konsep penjualan Mall. Jadi SIOLA bukan terdiri dari toko-toko tapi satu Mall yang menjual lengkap kebutuhan masyarakt surabaya. Saat itu surabaya hanya mengenal konsep jual beli pasar tradisonal. Hadirnya konsep jual beli yang ditawarkan oleh SIOLA membuat kejayaan sejarah gedung ini kembali terulang. “ingin nuansa baru n modern dalam berbelanja, datanglah ke SIOLA” he..he.. ya.. seperti itulah image SIOLA saat itu.

siolanw

“Suatu keberhasilan seseorang pasti akan ada penerus atau peniru untuk mencapai keberhasilan” Ya.. itulah sifat alami manusai untuk mencari keuntungan tanpa harus memikir membuat sesuatu yang baru. Pada awal tahun 90’an SIOLA mendapat saingan baru yang bermunculan satu per satu dengan konsep yang sama dan penawaran yang lebih menarik. Kejayaan SIOLA meluai redup dan akhirnya bangkrut. Sekitar tahun 2000’an SIOLA diganti dengan Ramayana, akan tetapi istilaha SIOLA tetap ada dalam hati arek surabaya, sehingga gak ada jalan tunjungan tanpan SIOLA, sehingga secara tidak disadari SIOLA telah menjadi landmark jalan tunjungan.

Bangsa Indonesia kebanyakan sejarah sejarah hanya sebuah sejarah, jadi nasib SIOLA seperti anatara hidup dan mati. Gedung ini ada di hati arek suroboyo akan tetapi keberadaan gedung saat ini sangat memprihatinkan, benar-benar mangkrak tak terurus. Andaikata arek suroboyo saat ini mempunyai pemikiran bahwa sejarah itu seperti spiral yaitu peristiwa sejarah itu akan berulang kembali, maka semangat tuk melestarikan cagar budaya ini pasti terjadi dan menjadi kenyataan. Kejayaan SIOLA akan muncul kembali dan menjadi salah satu keunggulan wisata sejarah di Kota Surabaya. Amiin


0 Responses to “SIOLA – JL TUNJUNGAN – SUROBOYO”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Suroboyo Original

Suroboyo Tempo Doeloe

Acarane Arek Suroboyo

Suroboyoan

Dagelan Arek Suroboyp

Arek Suroboyo

Mlaku - Mlaku

April 2009
S S R K J S M
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

%d blogger menyukai ini: